7 Bahaya di Jalan Tol yang Selalu Mengintai Pengemudi, Jangan Keenakan Ngegas

Bahaya di jalan tol kerap mengintai para pengguna jalan bebas hambatan ini. Sayangnya para pengemudi suka lalai. Bahkan menjadikan jalan tol sebagai kesempatan untuk memacu kendaraan sekencang-kencangnya.

Padahal pemerintah terus agresif untuk proses pembangunan jalan tol demi mempersingkat arus mobilisasi masyarakat. Saat mengisi libur Natal dan Tahun Baru 2023, keberadaan jalan tol Trans Jawa atau Trans Sumatera sangat membantu memangkas waktu tempuh sampai ke tujuan.

Jalan Tol Trans Jawa mempersingkat waktu tempuh ke berbagai kota

Lantas apa sih bahaya di jalan tol yang mengintai para penggunanya? Dikutip dari Auto2000, ancaman ini sebenarnya muncul tidak hanya dari sisi eksternal, namun juga diri kita sendiri. Yuk pahami bahaya apa saja yang bisa mengancam ketika berkendara di jalan tol.

Baca juga: Awas, Tak Bayar di Gerbang Jalan Tol Sistem MLFF, STNK Bakal Diblokir

1. Medan Jalan Bervariasi

Jalan Tol Cipularang

Jalan tol di Indonesia memiliki medan jalan yang amat bervariasi. Beberapa jalan tol seperti Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) memiliki medan jalan menanjak dan menurun. 

Sementara di jalan tol trans Sumatera juga ada beberapa belokan tajam. Anda harus menjaga kewaspadaan dan memastikan mobil sanggup melalui setiap medan jalan ini.

2. Jalan Tol Berlubang

Waspada lubang di jalan tol saat mobil kecepatan tinggi

Seperti kita ketahui, jalan raya di Indonesia kondisinya berbeda sekali dengan di negara lain. Ada beberapa jalan yang permukaan jalannya tidak mulus bahkan cenderung berlubang. Bahkan di jalan tol sekalipun. 

Jangan mengerem mendadak atau pindah lajur tiba-tiba hanya untuk menghindar karena berpotensi celaka. Bila kondisi lalu lintas cukup padat, cukup lepas pedal gas dan biarkan mobil menabrak lubang. Kemudian jalan perlahan dan rasakan apakah ada potensi masalah, seperti timbul bunyi-bunyi atau setir bergetar. Segera berhenti kalau benar, dan cek ke bengkel resmi terdekat saat sampai di tujuan.

Baca juga: Mengenal 9 Teknologi yang Ada di Jalan Tol, Bisa Pantau Setiap Pengendara

3. Jalan Tol Lurus

Waspada kalau jalan tol lurus

Kondisi tol yang sangat lurus dan jaraknya terlampau panjang juga menjadi masalah buat Anda. Sebab jika tak berhati-hati, akan timbul rasa kantuk akibat berkendara secara monotol dalam waktu cukup lama.

Jangan juga trek lurus ini dijadikan kesempatan untuk memacu kendaraan sampai batas kecepatan maksimal. Karena selain Anda, ada pengguna jalan lain yang ikut menggunakan tol tersebut.

4. Aquaplaning

Permukaan jalan yang basah bisa membuat tapak ban tidak mencengkram dengan baik

Aquaplaning merupakan bahaya laten yang dapat terjadi kapan saja saat mobil melaju di jalan yang basah. Aquaplaning sanggup menahan telapak ban mobil tidak menyentuh permukaan jalan sehingga kehilangan traksi dan mobil tergelincir. 

Karena itulah kurangi kecepatan bila turun hujan atau trek tol basah. Sebaiknya hindari permukaan jalan tol yang tergenang air untuk mengurangi risiko aquaplaning. Kalau pun tidak bisa menghindar, turunkan kecepatan saat melintas di jalan yang tergenang itu.

Baca juga: Bayar Tol Tanpa Stop Cukup Pakai Aplikasi di Ponsel, Ini Manfaatnya

5. Ban Mobil Pecah

Pastikan punya ban cadangan dalam kondisi baik

Ban mobil adalah komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Karenanya kondisi ban yang prima snagat dituntut agar kendaraan dapat dikendalikan dengan baik supaya bisa selamat sampai tujuan. 

Ban kempis memiliki potensi pecah tinggi, sementara ban terlalu keras membuatnya sulit dikendalikan. Perhatikan juga kondisi telapak dan dinding ban sebelum mulai berkendara. Jika dirasa bermasalah segera ganti di bengkel kepercayaan Anda.

6. Rest Area Penuh

Momen liburan biasanya ret area lebih penuh dari biasanya

Rest area merupakan sarana penting saat berkendara di jalan tol untuk istirahat dan isi ulang bahan bakar. Masalahnya saat musim libur liburan seperti libur Natal dan Tahun Baru atau libur Lebaran, rest area pasti penuh oleh pengunjung yang memiliki kebutuhan sama, bahkan hingga ditutup oleh polisi supaya tidak membuat jalan tol macet.

Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, sebaiknya isi bahan bakar sampai full, serta pastikan saldo kartu uang elektronik sudah terisi dengan cukup sebelum masuk jalan tol. Jika harus masuk rest area karena kebutuhan istirahat atau buang air, maka pilih yang situasinya tidak terlalu ramai.

@garasi.autofun Biar Looks Jadul tapi Fungsinya Tetep Kekinian #aksesorismobil #mobiltua #reviewmobil ♬ Chopin Nocturne No. 2 Piano Mono – moshimo sound design

7. Sesama Pengguna Jalan

Hati-hati sama pengemudi yang ugal-ugalan di jalan tol

Bahaya di jalan tol juga bisa timbul dari sesama pengguna jalan. Tak jarang, pengemudi sudah cukup hati-hati sata berkendara, namun akibat kecerobohan orang lain malah terjadi kecelakaan.

Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan tidak perlu menutup jalan mobil lain yang pindah lajur seenaknya. Bila ada kendaraan lain yang meminta jalan untuk mendahului, sebaiknya pindah saja sejenak ke lajur sisi kiri dan biarkan pengendar aitu menjauh dari Anda. Meski benar secara hukum, tapi mencegah kecelakaan tetap jauh lebih baik.

Source: 7 Bahaya di Jalan Tol yang Selalu Mengintai Pengemudi, Jangan Keenakan Ngegas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com