3 Fungsi Penting Lampu Hazard yang Benar, Bukan Buat Lewati Cuaca Buruk

Fungsi lampu hazard berguna memberikan isyarat tanda bahaya kepada pengguna kendaraan lain yang ada dibelakangnya. Hazard bekerja dengan menyalakan lampu sein kanan dan juga kiri yang berkedip secara bersamaan. Perlu Anda ketahui bahwa dalam penggunaannya memiliki aturannya sendiri dan tidak sekedar lampu peringatan tanda bahaya biasa.

Sejauh ini masih banyak yang salah tafsir dan menggunakan lampu hazard pada kondisi yang tidak sesuai. Untuk itu pahami aturan fungsi lampu hazard yang benar, supaya tidak menjadikan rancu dalam berlalu-lintas. 

Baca juga:

Salah Kaprah Saat Menyalakan Lampu Hazard, Kapan Waktu yang Benar?

Sejarah Lampu Sein, Awal Mulanya Dari Bendera Hingga Lampu Berkedip

Penggunaan hazard telah ada dalam  Undang-Undang mengenai Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 121 ayat 1. Dalam aturan itu dijelaskan bahwa setiap pengemudi wajib memasang segitiga pengaman, lampu peringatan bahaya, maupun isyarat lainnya ketika kendaraan harus berhenti dalam keadaan darurat. Dengan alasan darurat, banyak pengendara yang sengaja menyalakan hazard ketika sedang iring-iringan atau saat lewati hujan lebat. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini fungsi utama dari lampu hazard sebagaimana dikutip dari laman Hyundai Indonesia:

1. Fungsi Hazard Digunakan Ketika Harus Melakukan Perlambatan Mendadak

Ketika berkendara, terkadang ada kalanya Anda mengalami situasi yang darurat dan berisiko mengancam keselamatan. Tak jarang ketika Tak jarang kita saat berkendara dari kecepatan tinggi tiba-tiba harus melambat seketika karena kondisi lalu lintas. 

Misalkan ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, mobil di depan tiba-tiba bermasalah, melihat orang menyeberang jalan, maupun kondisi lainnya yang mengharuskan Anda untuk menghentikan laju kendaraan Anda secara mendadak di tengah jalan. 

Kondisi tersebut diperbolehkan menggunakan lampu hazard sebagai peringatan kepada pengguna jalan lain di belakang agar lebih waspada. Dengan menghidupkan hazard maka dapat memberikan sinyal peringatan bagi kendaraan yang ada dibelakang Anda bahwa akan segera menurunkan kecepatan kendaraan secara mendadak.

2. Lampu Hazard Sebagai Sarana Tambahan Pelengkap Segitiga Pengaman

Saat mobil kalian tiba-tiba mengalami kerusakan ketika berkendara, maka kalian harus segera menepi untuk memeriksa kerusakan tersebut. Saat mobil mogok, mesin mati, ban meletus, atau hal sejenisnya sehingga harus segera berhenti mendadak. Kondisi ini wajib menggunakan hazard sebagai peringatan agar kendaraan di belakang bisa menghindar. 

Sebagaimana dijelaskan dalam peraturan Undang-undang LLAJ, diketahui bahwa lampu hazard dimaksudkan sebagai lampu isyarat atau peringatan bagi pengguna lain bahwa kendaraan Anda sedang berhenti karena keadaan darurat. Jika misalnya harus berhenti cukup lama untuk perbaikan, dan posisi berhenti memakan badan jalan, sebaiknya juga siapkan segitiga pengaman. Sebagaimana diketahui, segitiga ini bisa menyala dalam kegelapan jika terkena sorot lampu dari kendaraan lain.

3. Ketika Melintasi Lokasi Kecelakaan Lalu Lintas

Ketika terjadi kecelakaan lalu lintas di depan kita, maka bisa menggunakan fungsi fitur ini sebagai peringatan kepada pengguna jalan di belakang. Agar pengendara lain paham ada kondisi darurat di depan sehingga bisa mengurangi laju kendaraan. Dengan menghidupkan lampu hazard maka akan meminimalisir terjadinya kecelakaan berikutnya akibat mengurangi laju secara mendadak di jalan raya.

Penggunaan Lampu Hazard yang Salah Kaprah

Keberadaan lampu ini di setiap mobil memiliki manfaat yang sangat besar. Namun, masih banyak pengemudi yang kerap salah dalam penggunaan fungsi lampu hazard hanya sebagai peringatan dalam situasi yang bukan kondisi darurat. 

Penggunaan yang salah kaprah justru sangat berbahaya. Lalu kondisi apa saja yang sebaiknya lampu hazard justru dilarang digunakan?

1. Tidak Digunakan Saat Cuaca Buruk

Perlu diketahui, walaupun lampu hazard dikenal sebagai lampu isyarat dan peringatan, namun penggunaannya saat cuaca buruk merupakan hal yang salah.

Saat hujan deras sambil menyalakan lampu hazard, membuat arah manuver jadi tidak bisa ditebak. Bukannya aman, justru hal tersebut akan membahayakan keselamatan pengendara lain. 

Hal tersebut karena ketika lampu tersebut dihidupkan, maka lampu sein tidak akan menyala dan tidak berfungsi. Untuk itu, beberapa pabrikan telah menyiapkan rear foglamp yang sebagai lampu peringatan kepada pengendara di belakang, yang dirancang mampu menembus pekatnya kabut.

2. Bukan Untuk Tanda Iring-iringan

Hal ngawur yang cukup sering terjadi ialah menyalakan hazard saat melakukan iring-iringan. Padahal rombongan iring-iringan juga tidak dibenarkan menggunakan lampu hazard.

Dengan menyalakan lampu hazard ketika melakukan konvoi atau iring-iringan justru akan membingungkan pengendara lain yang ada di belakangnya. Ketika Anda sedang melakukan konvoi, lampu tersebut tidak perlu dinyalakan dan cukup menjaga jarak dan juga mengatur kecepatan agar tidak tertinggal oleh rombongan lainnya.

3. Bukan Isyarat Masuk Terowongan atau Lurus di Prapatan

Ada juga yang karena jalan perempatan, menyalakan lampu hazard sebagai tanda akan lurus ke depan. Padahal hal ini tidak dibenarkan karena beranggapan kalau lampu sein sebagai tanda untuk belok ke salah satu sisi.

Hal yang tak kalah konyol ialah menyalakan lampu hazard saat akan masuk terowongan yang agak gelap. Justru jika lampu tersebut dinyalakan akan mengganggu dan membingungkan pengemudi lain yang ada di belakang dengan kedipan dari hazard. Untuk itu, kamu cukup menyalakan lampu utama ataupun lampu senja ketika melewati terowongan yang gelap agar terlihat dari pandangan pengendara di belakang.
 

Source: 3 Fungsi Penting Lampu Hazard yang Benar, Bukan Buat Lewati Cuaca Buruk

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com