Pabrikan Mobil Cina Ini Datanya Diretas, Oknum Minta Tebusan Bitcoin

Sebuah data perusahaan diretas oleh oknum tak bertanggung jawab tentu bakal menimbulkan kerugian. Hal inilah yang sedang menimpa NIO, perusahaan otomotif asal Cina. Namun uniknya, perusahaan mengaggap remeh kejadian tersebut.

Dikutip dari Carnewschina, Jumat (23/12/2022), basis data NIO telah diretas oleh pihak yang tak dikenal. Tetapi pabrikan Tiongkok itu mengecilkan insiden tersebut.

NIO, pabrikan mobil listrik asal Cina

Menurut mereka, yang diretas hanya data tidak terlalu penting. Yakni berupa informasi pelanggan serta data penjualan kendaraan sebelum Agustus 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi Anggap Insentif Mobil Listrik Harus Diterapkan, Negara Lain Sudah Lebih Dulu

Oknum Minta Tebusan Bitcoin

Menurut perusahaan, pihaknya menerima email dari peretas pada 11 Desember 2022. Oknum itu mengklaim sudah berhasil memiliki data pabrikan ini dan meminta tebusan. Yang unik lagi, tebusan yang diminta adalah Bitcoin senilai USD2,25 juta atau kira-kira setara Rp35 miliar.

Salah satu mobil listrik NIO

Pihak NIO pun langsung membentuk tim investigasi dan melaporkan ancaman itu ke lembaga pemerintah setempat. Dari hasil investigasi terkuak, data yang dicuri hanya informasi konsumen dan angka penjualan sebelum Agustus 2021.

Data-data itu niatnya mau dijual di internet ke pihak ketiga untuk tujuan ilegal. Sehingga pabrikan tetap melakukan upaya penindakan hukum.

Baca juga: Hyundai Bakal Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Indonesia, Jadi Pusat Industri EV di ASEAN

Pelanggan NIO Diharapkan Hubungi Pihak Pabrikan

Pelanggan NIO diminta hubungi dealer resmi

Demi menghindari adanya hal-hal yang bisa merugikan pada konsumen mereka, NIO membuka hotline dan alamat email khusus. Tujuannya demi pengaduan para konsumen mereka yang mungkin terdampak atas data perusahaan diretas ini.

“Mencuri, membeli dan menjual data semacam itu adalah ilegal, yang sangat dikutuk oleh perusahaan, dan tidak akan tunduk pada kejahatan dunia maya,” tulis pernyataan resmi NIO.

Mobil listrik NIO ET7

Ini bukan kali pertama NIO terlibat kasus data perusahaan diretas. Pada April 2022, pabrikan mengklaim dalam memo internal bahwa salah satu stafnya, seorang manajer server, telah menggunakan server perusahaan untuk menambang Ethereum selama lebih dari setahun.

Baca juga: Dirakit di Cikande, Harga Mobil Listrik DFSK Gelora E Bisa Rp300 Jutaan

Source: Pabrikan Mobil Cina Ini Datanya Diretas, Oknum Minta Tebusan Bitcoin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com