5 Alasan Bus Malam Jarang Mematikan Mesin Saat Isi Solar atau Istirahat di Rumah Makan

Dengan rute trayek yang menempuh perjalanan jauh, biasanya bus malam AKAP akan berhenti untuk beristirahat di rumah makan atau rest area. Ada satu fenomena unik yang sering dijumpai ketika menaiki kendaraan ini adalah sang sopir jarang mematikan mesin.  

Apakah kamu menyadari jika mesin bus jarang dimatikan saat berhenti? Ternyata ada beberapa alasan mengapa mesin dibiarkan hidup meskipun berhenti hingga mungkin satu jam lamanya.

Baca juga: 

Dikritik Penikmat Traveling Akibat Pakai Double Glass, Trend Bus Kaca Tunggal Akhirnya Kembali Hadir di Indonesia

Imbas Pandemi, Bus Legendaris PO Mandala Pamit Dari Jalur AKAP Bandung-Surabaya

PO Sumex 97 Rilis Bus Baru dengan Bodi Jetbus 3+MHD Adi Putro Bersasiskan Hino

Kebanyakan pengemudi bus sengaja membiarkan mesinnya terus menyala. Alasan teknis yaitu karena saat ini mesin diesel bus sudah menggunakan turbo. 

Untuk mematikan mesinnya perlu jeda waktu. Ini karena pada saat putaran mesin masih cukup tinggi dapat merusak sistem pelumasan apabila langsung mematikan mesinnya. Mematikan mesin secara mendadak bisa membuat ‘rontok’ di bagian komponen turbo dieselnya.   

Itu tadi sekilas alasan kenapa bus malam AKAP jarang mematikan mesin bila berhenti tak lebih dari sejam. Lantas apakah alasan spesifik yang membuat bus harus tetap hidup mesinnya selagi ditinggal beristirahat oleh penumpang? Berikut ini ulasannya. 

1. Mesin Bus Tidak Dimatikan Supaya Kabin Tidak Gerah

Dalam situasi perjalanan di siang hari, pengemudi bus sengaja tidak mematikan mesin saat berhenti di rest area ketika isi solar atau istirahat di rumah makan demi alasan kenyamanan. Ketika berhenti untuk parkir di area peristirahatan, sopir dengan sengaja tetap menghidupkan mesin bus namun menutup pintu agar penumpang tidak keluar masuk. 

Alasannya demi kenyamanan penumpang supaya AC tetap nyala. Tak jarang, penumpangnya protes karena gerah setelah turun istirahat makan dari bus tapi AC belum hidup saat kembali. Untuk mendinginkan ruangan bus di daerah tropis, sangat butuh waktu yang agak lama, kisaran 15-20 menit.

2. Performa Tetap Optimal Bila Mesin Dalam Suhu Kerja Ideal

mesin bus tetap dinyalakan saat berhenti supaya temperatur mesin tetap berada pada temperatur operasi ideal. Ketika dimatikan, mesin akan mendingin dan saat akan dinyalakan lagi memerlukan banyak solar untuk proses starter. Pada kendaraan bermesin diesel seperti truk atau bus, mesin bekerja lebih efisien dalam keadaan panas.

3. Mesin Turbo Diesel Tidak Bisa Segera Dimatikan

Bus dengan mesin turbo diesel ini umumnya telah menempuh jarak ratusan kilometer sebelum akhirnya berhenti untuk istirahat. 
Diperlukan waktu beberapa saat setelah mobil diesel berhenti untuk boleh mematikan mesin. 

Mesin bus tidak boleh langsung digas ketika baru dinyalakan, karena banyak komponen di dalam mesin belum sepenuhnya terlubrikasi. Kemudian ketika parkir, mesin bus juga tidak langsung seketika dimatikan. Dampaknya bisa buruk terhadap durabilitas mesin, seperti macet, kerusakan pada turbo, dan lainnya.

Bila sudah terlanjur dimatikan, maka butuh tegangan besar dari aki untuk menghidupkannya. Hal tersebut lantas membuat sebagian pengemudi bus malam jadi enggan mematikan mesin ketika mengisi bahan bakar, dan terpaksa membiarkannya tetap menyala. 

Bagi mesin diesel, membiarkan mesin hidup dalam kondisi berhenti tidak begitu berpengaruh untuk efisiensi asal tidak terlalu lama hingga berjam-jam. Karena saat mesin diesel idle itu sedikit sekali konsumsi bahan bakarnya. Itulah kenapa banyak sopir yang tidak terlalu memperdulikan soal konsumsi BBM walau mesin menyala idle. 

4. Mencegah Tegangan Aki Bus Malam Tidak Terlalu Drop

Saat kita menghidupkan mesin mobil tentu membutuhkan daya listrik yang cukup besar dari aki. Bus antar kota juga punya begitu banyak perangkat elektrikal yang menunjang kenyamanan semisal lampu kabin atau audio. Bila melakukan starter ulang, maka beban yang ditanggung aki lebih besar sehingga rentan tekor. 

Bila mesin tetap hidup maka dapat menjaga arus listrik dalam aki tetap stabil. Sebagai informasi, untuk memutar roda gila besar dari mesin truk atau bus itu dinamo stater butuh voltase yang lumayan ( tegangan 24v, minimal daya aki 100 ampere)

Kalau sudah mati dan tiba-tiba tidak bisa nyala lagi, bakal lebih sulit untuk meminta bantuan dari bus lain. Biasanya supir yang lewat lebih bersedia memberi solarnya daripada bantu jumper karena berisiko membuat tegangan aki di bus yang memberi bantuan ikut tekor.

5. Menjaga Volume Udara di Kompresor Bus Malam Tetap Penuh

Sistem pengereman dan sistem klakson di bus mengandalkan tekanan udara dari kompresor. Sementara itu kondisi jalan di indonesia kebanyakan pendakian dan tikungan yang memaksa kerja rem harus tetap prima. 

Supaya rem bisa bekerja optimal, udara dalam kompresor harus stand by dalam kondisi penuh. Bila mesin tetap hidup maka akan memutar kompresor, dimana angin dari kompresor disimpan dalam tabung kompresor untuk selanjutnya dialirkan ke sistem pengereman dan klakson.

Kesimpulan

Saat bus berhenti untuk isi solar atau menunggu jam keberangkatan di terminal, seringkali mesinnya sengaja tidak dimatikan oleh sang sopir. Bahkan dalam beberapa kondisi seperti istirahat di rumah makan atau pusat oleh-oleh, mesin bus juga sengaja tetap hidup supaya AC tetap menyala. 

Namun berdasarkan pengalaman kami bepergian memakai bus AKAP, untuk bus yang usianya masih tergolong baru bisa dimatikan dan dinyalakan sebagaimana mobil pribadi. Kualitas AC bus juga semakin baik dalam mendinginkan kabin lebih cepat. 

Saat beristirahat di rumah makan yang cukup lama, maka bus akan dimatikan dan pintu dikunci setelah semua penumpang keluar demi alasan keamanan. Penumpang jadi tidak perlu keluar masuk bus sehingga barang bawaan lebih aman. 

Source: 5 Alasan Bus Malam Jarang Mematikan Mesin Saat Isi Solar atau Istirahat di Rumah Makan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com