Waspadai Toyota Rush Gen 1 Timbul Gejala Understeer, Seperti Apa Gejalanya?

Kelemahan Toyota Rush

Salah satu Low SUV yang cukup digandrungi masyarakat Indonesia adalah Toyota Rush. Tidak hanya barunya, kondisi bekasnya mobil ini juga banyak diminati.

Sedikit informasi, untuk harga bekas Toyota Rush gen pertama kini berada di angka Rp90 jutaan. Sedangkan generasi kedua Rush berada di harga Rp190 jutaan.

Kembali ke Toyota Rush, baik generasi pertama maupun keduanya memiliki satu kelemahan yang sulit ditolerir, yakni timbulnya gejala understeer ketika melaju dalam kecepatan tinggi sambil bermanuver.

Membuat sebagian orang bertanya-tanya, sebenarnya apa itu understeer?

Baca juga: 5 Hal Menarik Toyota Rush Sportivo Ultimo 2017, Generasi Penutup Gen 1 yang Paling Stylish

Understeer Pada Toyota Rush

Kelemahan Toyota Rush
Gejala understeer

Biasanya mobil yang mengalami gejala understeer adalah mobil dengan penggerak roda depan (FWD). Namun di Toyota Rush maupun Daihatsu Terios, gejala serupa juga kerap terjadi.

Understeer merupakan sebutan untuk situasi ketika mobil melakukan manuver dalam kecepatan tinggi. Saat itu juga ban depan tetap berjalan lurus meski setir sudah dibelokan mengikuti kontur jalan. Kejadian seperti ini tentu berpotensi mengakibatkan kecelakaan karena mobil bergerak tidak sesuai dengan arah pengemudi.

Tak hanya menimpa Toyota Rush, kejadian understeer juga dapat menimpa mobil lain. Faktor yang menyebabkan hal ini terjadi ialah corak ban depan yang sudah mulai menipis sehingga tidak mampu menyengkram aspal dengan baik. Selain itu jalan yang licin serta beban berlebih di belakang juga dapat menimbulkan understeer.

Guna menghindari gejala understeer, kalian bisa mengurangi kecepatan dari jarak beberapa meter saat hendak berbelok di tikungan, terlebih  pada tikungan yang cukup tajam. Selajutnya jangan memutar setir secara mendadak terlebih saat melaju di kecepatan tinggi.

Bukan cuma itu, cara berikutnya ialah hindari pengereman secara penuh ketika berbelok karena bisa mengakibatkan mobil tidak stabil dan saat mengerem sebaikan lakukan engine brake secara perlahan.

Kenali Apa Itu Oversteer

Kelemahan Toyota Rush
Gejala oversteer

Kejadian mobil berjalan secara tidak stabil saat melakukan manuver dalam kecepatan tinggi juga bisa disebut sebagai oversteer. Bedanya, kalau undertseer adalah ban depan yang kehilangan kendali, untuk oversteer sendiri ban belakang yang kehilangan daya cengkram.

Hal yang bisa menyebabkan timbulnya gejala oversteer yakni kembangan ban belakang yang menipis dan kurangnya tekanan angin sesuai standar sehingga daya cengkram ban ke aspal tidak maksimal. Oh iya kurangnya beban di bagian belakang juga dapat menyebabkan gejala seperti ini terjadi.

Untuk menghindari kejadian oversteer, kalian tidak harus menginjak pedal rem secara penuh disaat bermanuver. Selain itu juga jangan pernah sesekali menarik tuas hand brake terkecuali sudah profesional.

Mobil dengan penggerak roda belakang seperti Toyota Rush, sebaiknya mengurangi pijakan pedal gas saat berbelok. Sedangkan mobil dengan penggerak roda depan, tambahkan tekanan pedal gas secara perlahan.

Oh iya, ketika mengalami gejala oversteer, sebaiknya putar setir ke arah berlawanan secara perlahan dan berusaha tidak panik.   

Baca juga: Toyota Rush Bekas Gen 2 Jadi Alternatif Mobil Keluarga Serba Bisa, Segini Cicilan Tiap Bulannya

Selain Understeer, Toyota Rush Timbul Gejala Body Roll

Kelemahan Toyota Rush
Toyota Rush timbul gejala body roll

Memiliki body yang bongsor serta ground clearance tinggi, keluhan lain yang diterima mobil ini adalah timbulnya gejala body roll berkat titik tingkat gravitasi yang tinggi.

Berbekal suspensi MacPherson Strut with Coil Spring & Stabilizer di bagian depan dan 5 Link Lateral Rod with Coil Spring & Stabilizer di roda belakangnya, tidak sepenuhnya memberikan kenyamanan saat melewati jalan yang keriting. Pasalnya ketika melewati jalan berkontur untuk ayunan yang dihasilkan mobil ini cenderung keras.

Toyota Rush Generasi Pertama dan Kedua Berbeda Mesin

Kelemahan Toyota Rush
Mesin 2NR-VE

Generasi kedua Toyota Rush 2021 disematkan mesin 2NR-VE, 4 silinder segaris, 16 Valve, DOHC, Dual VVT-i 1.496 cc. Jantung pacunya berhasil merilis tenaga hingga 104 PS di 6.000 rpm serta torsi maksimal 136 Nm pada 4.200 rpm.

Dibandingkan dengan model sebelumnya, performa yang dihasilkan untuk generasi keduanya lebih kecil. Sebagai informasi, Rush konde dengan mesin 3SZ-VE 4 silinder segaris, 16 Valve, DOHC bersistem VVT-i dapat melecutkan tenaga 109 PS di 6.000 rpm dan torsi maksimal 141 Nm pada 4.400 rpm.

Baca juga: Harga Bekas Toyota Rush TRD Sportivo Ultimo Rp190 Juta, Apakah Kelebihan Varian Ini?

 

Source: Waspadai Toyota Rush Gen 1 Timbul Gejala Understeer, Seperti Apa Gejalanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com