Daftar Barang yang Wajib Dibawa Kala Touring Jauh, Antisipasi Apes di Jalan!

Ilustrasi touring motor
  • Perlu membawa toolkit dan beberapa part fast moving
  • Busi yang sudah berumur bisa bikin mesin mati tiba-tiba
  • Bawa senter kecil agar lebih ringkas saat digunakan

Akhir tahun jadi saat waktu berlibur bagi banyak orang, karena di bulan Desember terdapat libur Natal dan tahun baru yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur.

Namun ketika ingin berlibur dan melakukan touring dengan sepeda motor, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama tentu saja kondisi sepeda motor dan fisik yang prima.

Selanjutnya adalah toolkit yang dapat digunakan untuk memperbaiki hal-hal kecil ketika terjadi kerusakan saat perjalanan.

Berikutnya ada beberapa barang fast moving yang sekiranya bisa rusak saat melakukan touring, ini jadi repot ketika tidak menemukan bengkel dalam jarak dekat.

“Toolkit standar bawaan motor perlu dibawa, sebagai tambahan biasanya yang berhubungan dengan fast moving parts,” ujar  Acho “Bule” Patauri, salah satu bikers yang sudah klotokan dengan touring.

Busi

Kondisi busi mati kerap kali dialami para bikers saat melakukan touring. Menurut buku servis beberapa sepeda motor, busi punya rentan umur pemakaian 6.000 – 8.000 km. 

Busi yang sudah berumur bisa mati secara mendadak

Baca juga: Berencana Touring Akhir Tahun? Cek Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan

Lewat dari kilometer tersebut memang tidak membuat busi langsung mati, karenanya banyak pengendara yang tidak terlalu memperhatikan jadwal penggantian busi selama busi tersebut masih nyala atau berfungsi.

Namun meski busi masih berfungsi, tapi daya kerjanya sudah melemah, “Busi kalau sudah lewat dari umurnya akan ada perubahan bentuk dari elektroda, akan mengalami aus sehingga gap atau celah busi jadi melebar.” 

“Misal awalnya 0,9 mm menjadi 1 mm. Selain membuat performa berkurang dan bensin boros, busi yang sudah lewat masa penggantiannya juga bisa mati mendadak sehingga merepotkan,” ujar Diko Oktaviano sebagai Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Kepala Busi

Biasa dinamakan cop busi atau kepala busi sebagai penyambung listrik dari koil menuju busi, ternyata part yang satu ini pun perlu dibawa untuk cadangan.

Kepala busi yang berumur bisa bikin mesin tersendat-sendat

Baca juga: Manfaatkan Fitur Penunjang Touring di Yamaha XMax 2023, Ada Apa Saja?

Di ujung kedua sisi kepala busi terdapat karet perekat. Pertama untuk merekatkan kepala busi dengan kabel busi, kedua untuk merekatkan kepala busi dengan badan busi.

Part ini bisa rusak ketika karet kepala busi mulai sobek atau renggang karena umur pemakaian. Saat melewati genangan air, pasti bikin motor tersendat-sendat karena aliran api yang terganggu oleh air.

Bohlam Lampu

Untuk motor yang belum dilengkapi dengan lampu LED, maka perlu membawa bohlam cadangan, utamanya tentu saja bohlam lampu depan yang lebih krusial karena untuk membantu visibilitas pengendara.

“Untuk motor modern sebagian yang sudah LED kita mengandalkan bengkel pabrikannya, tapi kalau masih lampu bohlam sebaiknya bawa cadangan,” lanjut Acho.

Harus hati-hati ketika membawa bohlam cadangan

Baca juga: Jangan Asal, Begini Aturan Touring Berkelompok

Untuk itu perlu juga membawa bohlam cadangan, tapi harus hati-hati menaruhnya jangan sampai terkena tekanan yang malah membuat bohlam pecah di tengah perjalanan ya!

Sekring

Fungsinya untuk mencegah masuknya arus yang terlalu besar pada rangkaian listrik akibat hubungan singkat atau akibat arus listrik yang tiba-tiba membesar saat pemakaian. 

Oleh karena itu cukup bahaya ketika sekring sampai putus di tengah perjalanan, makanya perlu juga untuk membawa sekring cadangan. 

Sekring pada sepeda motor ada beberapa jenisnya, umumnya sekring warna oranye untuk 5 ampere, merah 10 ampere, biru 15 ampere, kuning untuk 20 ampere, bening atau jingga 25 ampere, dan hijau untuk 30 ampere.

Pastikan ada sekring cadangan

Baca juga: Mau Motor Touring Di Bawah Rp 6 Juta? TVS Apache RTR 160 Lawas Bisa Jadi Solusi

“Karena beberapa motor punya berbagai ukuran ampere, sebaiknya bawa cadangan secukupnya,” lanjut saran Acho.

Cable Ties

Biasa disebut kabel tis, ini juga perlu dibawa dalam perjalanan touring karena berguna untuk mengikat sesuatu saat dalam keadaan terdesak.

Kabel tis perlu dibawa dan bisa digunakan saat benar-benar urgent. Misal ada komponen yang lepas atau patah, bisa juga untuk mengganti baut-baut pengikat yang hilang, seperti baut pelat nomor misalnya.

Kabel tis bisa digunakan untuk mengikat komponen di saat terdesak

Baca juga: Cek Jaket Anyar Rabbit and Wheels Seharga Rp 1,8 Juta Ini, Edisi Terbatas yang Pas Touring

Senter Kecil

Tentu saja fungsinya untuk menyinari saat pengendara ingin mengganti part atau merogoh part dalam gelap, meskipun saat ini smartphone sudah dilengkapi dengan fitur senter namun rasanya kurang ringkas. 

Dengan demikian senter kecil bisa jadi pilihan untuk dibawa saat turing, karena bentuknya yang kecil maka bisa ditaruh di kantung atau bagasi motor. Pastikan juga baterai senter dalam kondisi bagus ya!

Senter kecil lebih ringkas saat digunakan darurat ketika touring

 

Source: Daftar Barang yang Wajib Dibawa Kala Touring Jauh, Antisipasi Apes di Jalan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com