5 Mitos dan Fakta Mesin 3-Silinder, Tak Lagi Bising dan Bergetar Heboh di Mobil Baru

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir semakin banyak pabrikan mobil yang merilis model bermesin 3-silinder. Beberapa contoh mobil baru yang menggunakan mesin 3 silinder mulai dari Mitsubishi Mirage, Daihatsu Rocky dan Toyota Raize, kemudian Daihatsu New Ayla dan Toyota New Agya. 

Baca juga: 

Daihatsu Luncurkan New Rocky ADS Refreshment, Pakai Aksen Hitam Harga Tetap

Pamerkan Rocky Hybrid di GIIAS 2022, Begini Cara Kerja Motor Elektriknya

Toyota Punya Innova Hybrid, Daihatsu Siapkan Rocky Hybrid?

Mesin 3 silinder telah dikembangkan sejak tahun 1970 an oleh banyak pabrikan otomotif. Teknologinya biasa digunakan untuk mobil dengan volume mesin di bawah 2.000 cc. Pada perkembangannya saat ini, penggunaan mesin 3 silinder didasarkan pada kebutuhan akan mobil-mobil kompak berbodi kecil namun tetap memiliki tenaga yang dapat diandalkan.

Dahulu, mobil dengan mesin 3-silinder kerap disepelekan karena dinilai kurang bertenaga dan juga menghasilkan getaran mesin yang cukup besar walau berbahan bakar bensin. Kini seiring kemajuan teknologi, segala kelemahan yang muncul bisa diatasi. 

Lantas, apa saja mitos maupun kelemahan di mesin 3-silinder yang kini sirna? Berikut ini ulasannya. 

1. Mitos Mesin 3-Silinder Tenaganya Payah

Dahulu, mesin 3 silinder dikenal hanya mampu menghasilkan torsi dan tenaga yang kecil.  Sekarang pabrikan mengawinkannya dengan teknologi turbocharger. Hasilnya torsi dan tenaga mobil meningkat, bahkan bisa melebihi mobil dengan mesin 4 silinder.

Sebagai contoh, Daihatsu Rocky 1.0 Turbo memiliki torsi puncak 140 Nm dan mampu menyemburkan tenaga sebesar 98 ps. Bandingkan dengan Daihatsu All New Xenia 1.3 R bermesin 4 silinder yang hanya hasilkan 122 Nm dan tenaga maksimal 97,9 ps. Artinya, inovasi turbo membuat mesinnya jadi punya torsi lebih oke dan tenaga lebih baik dengan konsumsi BBM lebih hemat. 

2. Mobil 3-Silinder Bisa Pakai Bensin Murah?

Pada awal kemunculannya dulu, mesin 3 silinder bisa diberikan BBM dengan oktan rendah. Namun demikian kini sudah tak lagi ideal memakai bensin RON 90 atau sekelas Pertalite. 

Untuk menghasilkan tenaga besar, maka karakter mesin dirancang dengan kompresi tinggi. Timing pengapian mesin juga disetel lebih cepat, tujuannya menciptakan ledakan ruang bakar dengan ritme dan jeda waktu yang singkat. 

Dengan kompresi mesin rata-rata adalah 10:1 jelas tidak cocok diberikan BBM dengan oktan rendah, karena diwajibkan memakai bensin dengan RON minimum di angka 92. Memaksa penggunaan BBM yang tidak sesuai bisa mengakibatkan kerusakan komponen mobil terjadi lebih cepat.

3. Mitos Mobil dengan Mesin 3-Silinder Berisik dan Getarannya Heboh

Pada mesin 3 silinder lawas, hal yang kerap terjadi soal getaran mesinnya yang dianggap lebih kasar dan berisik dari 4 silinder. Ini karena jumlah silinder yang ganjil tak memiliki beban yang seimbang sebagaimana mesin bersilinder genap. Saat ini pabrikan mobil telah membuat sejumlah inovasi untuk mengurangi getaran serta suara mesinnya agar lebih senyap. 

Teknologi pertama dengan memasang balancer shaft, lalu yang kedua dengan memasang dudukan jenis hidraulik dan cara ketiga adalah pemakaian external damper atau peredam eksternal. Kemudian, muncul teknologi dengan menambahkan pulley khusus di bagian depan mesin dan flexible flywheel di bagian belakang. Cara seperti itu terbukti mampu mengurangi getaran dan tingkat kebisingan suara dari mesin mobil 3 silinder.

4. Biaya Perawatan Rutin Lebih Hemat

Fakta menarik dari mesin 3-silinder yang membuatnya terus disempurnakan ialah karena biaya perawatan rutin yang lebih hemat. Komponen sparepart yang dipakai sampai material lain tidak sebanyak mesin 4 silinder. Material yang lebih sedikit ini bisa menekan ongkos produksi.

Dimensi mesin yang lebih kecil dengan jumlah silinder lebih sedikit membuat jumlah busi pun mengikuti jumlah silinder, yaitu sebanyak tiga buah. Kemudian dari volume oli yang digunakan, pada mesin tiga silinder dapat dipastikan lebih sedikit. Contoh, Daihatsu New Ayla bermesin 1.000 cc dan 1.200 cc. Jumlah oli mesin Ayla 1.000 cc cuma 2,5 liter, sedangkan untuk oli 1.200 cc mencapai 3,5 liter.  

5. Kabin Bisa Jadi Lebih Lega

Pada umumnya pabrikan menciptakan mesin 3-silinder untuk model-model dengan harga terjangkau. Karena ukuran mesin yang lebih kecil dan ringan, produsen tidak membutuhkan ruang mesin yang besar. 

Dengan kombinasi penggerak roda depan, produsen dapat memaksimalkan ruang kabin menjadi lebih nyaman dan lega. Kabin yang luas biasanya dilihat dari jarak sumbu ronda kendaran yang cukup panjang. 

Source: 5 Mitos dan Fakta Mesin 3-Silinder, Tak Lagi Bising dan Bergetar Heboh di Mobil Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WelfulloutDoors.com